Loading...
0%
Artikel

Harga Bitcoin (BTC) dan sejumlah aset kripto utama mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Pelemahan pasar terjadi setelah Binance melaporkan potensi masalah keamanan dan mengumumkan pembekuan aset dengan nilai lebih dari US$2,5 miliar.
Seperti dikutip dari, investor.id, Jumat (30/10/2026), berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 08.10 WIB, Bitcoin turun 4,9% menjadi US$76.961,67 per koin atau sekitar Rp1,39 miliar dengan asumsi kurs Rp18.143 per dolar AS.
Kemudian, mengutip Reuters, Bitcoin sempat merosot ke level terendah dalam enam pekan, yakni US$ 77.646. Sementara itu, Ethereum atau Ether turun ke posisi terendah dalam dua bulan di US$ 2.238,76.
Tekanan juga melanda Binance Coin (BNB). Token yang diluncurkan oleh Binance tersebut melemah sekitar 7,74% menjadi US695 berdasarkan data CoinMarketCap. Sementara itu, CoinGecko mencatat penurunan BNB lebih dari 8% dalam 24 jam hingga menyentuh US694.
Baca Juga: BEI Kosongkan Daftar Short Selling November 2026, Ini Penyebabnya
Pelemahan Bitcoin dan aset digital lainnya turut menyeret kapitalisasi pasar kripto global. Dalam 24 jam terakhir, nilai pasar kripto tercatat menyusut 4,58% menjadi sekitar US$2,59 triliun.
Indeks CoinDesk 20 yang menggambarkan kinerja 20 aset kripto terbesar juga mengalami penurunan sebesar 4,94%.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan yang terjadi tidak hanya terbatas pada Bitcoin. Sejumlah aset utama lainnya ikut terkoreksi ketika investor mencermati perkembangan terbaru terkait keamanan platform perdagangan kripto.
Mengutip Reuters, pelemahan pasar terjadi setelah Binance melaporkan potensi masalah keamanan pada Jumat. Bursa kripto tersebut juga menyatakan telah membekukan aset senilai lebih dari US$2,5 miliar.
Informasi tersebut menjadi perhatian investor karena keamanan platform merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap industri aset digital.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum merinci hubungan langsung antara potensi masalah keamanan yang dilaporkan dengan pembekuan aset tersebut. Karena itu, keduanya perlu dilihat sebagai informasi yang disampaikan Binance tanpa menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat yang belum dikonfirmasi.
Binance diketahui memiliki Secure Asset Fund for Users (SAFU), yaitu dana cadangan yang seluruhnya disimpan dalam bentuk Bitcoin. Berdasarkan informasi di situs resminya, dana tersebut disiapkan untuk melindungi aset pengguna apabila terjadi insiden keamanan.
Keberadaan SAFU menjadi salah satu mekanisme perlindungan yang dimiliki Binance untuk menghadapi risiko pada platformnya.
Namun, perkembangan terbaru tetap menjadi perhatian pasar karena kepercayaan terhadap keamanan dan pengelolaan aset merupakan aspek penting dalam perdagangan kripto.
Baca Juga: BEI Gelar RUPSLB Hari Ini (28/10/2026), Dividen Perdana Masuk
Penurunan Bitcoin hingga ke kisaran US$76 ribu memperlihatkan bagaimana sentimen terhadap keamanan bursa dapat menjadi perhatian besar bagi investor. Terlebih, pelemahan juga terjadi pada Ethereum, BNB, dan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati penjelasan lebih lanjut dari Binance mengenai potensi masalah keamanan dan pembekuan aset senilai lebih dari US$2,5 miliar.
Perkembangan tersebut dapat memengaruhi persepsi investor terhadap risiko perdagangan aset digital. Meski demikian, pergerakan harga kripto juga dipengaruhi berbagai faktor lain, sehingga tekanan kali ini belum dapat dikaitkan hanya dengan satu penyebab.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual produk investasi tertentu. Investasi tentunya berisiko, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
Terbit 29 Oktober 2026 pukul 13:40:11 WIB
Terbit 28 Oktober 2026 pukul 11:46:15 WIB
Terbit 27 Oktober 2026 pukul 10:02:47 WIB
Terbit 26 Oktober 2026 pukul 13:45:13 WIB
Terbit 26 Oktober 2026 pukul 11:54:33 WIB
Terbit 24 Oktober 2026 pukul 10:38:44 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...