Sesimpel Ini Memahami Dampak Investasi Ketika Resesi Ekonomi

Saat ini, pemulihan pandemi covid-19, ekonomi dunia kembali berangsur membaik, akan tetapi jurang resesi semakin di depan mata. Kok bisa? Bank Dunia pada Global Economic Prospects edisi bulan Juni 2022 memberikan alarm adanya resesi ekonomi bersamaan dengan inflasi yang tinggi. Kejadian ini biasa orang-orang kenal sebagai stagflasi karena adanya pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya reda. Ada juga konflik Rusia-Ukraina yang memperkeruh jurang resesi terjadi. Kita bakal bahas juga apa sih dampak investasi yang bakal terjadi.

Ketahui Dahulu Apa Itu Resesi Ekonomi?

Arti dari resesi atau yang biasa kita kenal sebagai kelesuan dalam kegiatan dagang, industri dan sebagainya. Sehingga menimbulkan berkurang atau menurunnya aktivitas berniaga. Sedangkan, Resesi Ekonomi yang sedang menghantui ini apa? Ini merupakan periode saat terjadinya penurunan roda perekonomian yang terlihat dari adanya pelemahan pada dua kuartal atau lebih berturut-turut dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam waktu yang lama resesi ekonomi dapat menyebabkan depresi ekonomi, suatu keadaan terjadi penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan serta berkelanjutan. 

Lalu, kenapa resesi ekonomi bisa terjadi? Bagaimana faktor penyebab resesi ekonomi terjadi?

Beberapa kasus resesi terjadi oleh beberapa faktor yang mendukung, yaitu adanya produksi dan konsumsi yang tidak sesuai dengan porsi, misal produksi yang terlalu tinggi tetapi daya beli konsumen tidak tinggi, karena itu menimbulkan penumpukan dari inventory sehingga timbul permasalahan dalam kegiatan ekonomi. Ketidakmampuan membayar utang juga menjadi faktor selanjutnya, hal ini dapat menyebabkan adanya kebangkrutan yang dapat memutar roda perekonomian ke bawah jurang resesi. 

Faktor penyebab utama yang pasti terjadi jika ada resesi ekonomi yaitu, inflasi atau deflasi. Faktor inflasi terjadi jika kenaikan harga dari waktu ke waktu, dan jika berlebihan dapat membahayakan resesi. Untuk itu, biasanya Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga guna menekan kegiatan ekonomi. Sedangkan deflasi merupakan penurunan harga pada waktu ke waktu, hal ini terjadi jika suatu negara tidak bisa mengendalikan deflasi, resesi pun bisa menjadi nyata. Faktor terakhir penyebab resesi yang menjadi perhatian utama ialah adalah gelembung besar pada aset, gelembung besar terjadi saat kegiatan investasi dibarengi dengan emosi, atau sering dikenal dengan “Kegembiraan Irasional”. kejadian pada tahun 1990-an pasar saham mengalami keuntungan yang besar, sehingga orang-orang membeli saham, namun saat gelembungnya pecah, harga saham mulai turun dan para pemegang saham berlomba-lomba panic selling dan menyebabkan kehancuran pasar dan resesi menjadi hal yang pasti terjadi.

Memangnya kenapa jika resesi ekonomi terjadi? Apa dampak investasi yang terjadi?

Resesi ekonomi bukanlah hal yang dianggap sepele, karena dampak investasi yang diberikan jika resesi ekonomi terjadi dapat dirasakan di berbagai kalangan masyarakat yang ada di belahan dunia manapun. Tidak menutup kemungkinan juga resesi ekonomi membuat para pemegang kepentingan investasi juga kelabakan mencari cara menghindari kerugian akibat resesi ekonomi. Jenis investasi yang menjadi incaran para investor adalah investasi yang memiliki risiko yang besar, dengan memegang uang tunainya dan menghindari investasi menjadikan pilihan yang terbaik jika benar-benar resesi ekonomi terjadi, sehingga terjadi capital outflow dan migrasi dana kepada aset yang lebih aman.

Para investor mencermati potensi resesi yang bersamaan dengan terjadinya inversi imbal hasil (yield) yang tipis pada obligasi pemerintah AS, sehingga investor lebih meminati  obligasi sebagai opsi investasi jangka panjang daripada jangka pendek karena indikasi jurang resesi ekonomi yang berpotensi dalam waktu dekat. Selain perilaku kegiatan ekonomi yang berdampang, pelaku pasar saham juga mengkhawatirkan, sejumlah bank sentral dunia akan mengerek tinggi suku bunga acuan guna memberikan stimulus dalam meredam gejolak inflasi. Hal ini akan turut menjadi sentimen negatif yang menekan bursa saham secara global, tidak terkecuali Indonesia. 

Jadi, jangan lupa ya! siapkan strategi investasi yang harus dilakukan untuk menghadapi resesi ekonomi tersebut. Setelah paham dampak investasi yang terjadi.

Sumber : 

https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20220613114325-72-346530/tsunami-resesi-mengancam-investasi-apa-yang-tetap-cuan

Penulis:

Kategori: Lain-Lain

Join the Conversation

389 Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Link berhasil disalin