Loading...
0%
Artikel

MUFG Bank Ltd, bank terbesar di Jepang, melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF). Divestasi tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan porsi saham publik atau free float Adira Finance agar memenuhi ketentuan yang berlaku di pasar modal.
Seperti dikutip dari Kontan.co.id, Senin (5/10/2026), berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, MUFG Bank menjual 55,93 juta saham biasa ADMF atau setara sekitar 4,53% dari total saham perseroan. Transaksi tersebut dilakukan pada 29 September 2026 dengan harga Rp7.800 per saham.
Dengan jumlah saham dan harga tersebut, nilai transaksi pelepasan saham MUFG Bank diperkirakan mencapai sekitar Rp436,31 miliar.
"Penjualan sebagian saham untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float," kata MUFG Bank dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin (5/10/2026).
Harga transaksi tersebut berada di bawah harga penutupan saham ADMF di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pada perdagangan tersebut, saham ADMF ditutup di level Rp8.300 per saham, turun 0,60% atau 50 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan MUFG Bank di Adira Finance berkurang cukup signifikan. Sebelum divestasi, MUFG Bank tercatat memiliki 233.440.159 saham ADMF atau setara dengan 18,89% hak suara.
Setelah 55,93 juta saham dilepas, kepemilikan MUFG Bank menjadi 177.501.759 saham. Jumlah tersebut setara dengan 14,36% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Meski mengurangi kepemilikan saham, MUFG Bank tetap menjadi salah satu pemegang saham pengendali ADMF bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
MUFG Bank juga menyatakan tetap mempertahankan posisi pengendali di Adira Finance dan berkomitmen untuk terus mempertahankan pengendalian tersebut ke depannya.
Langkah ini menunjukkan bahwa divestasi saham bukan merupakan pelepasan kendali atas perusahaan, melainkan bagian dari upaya menyesuaikan struktur kepemilikan agar porsi saham yang tersedia untuk publik meningkat.
Baca Juga: BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun
Sebelum transaksi, porsi saham publik ADMF masih relatif terbatas. Saham yang berada di tangan publik tercatat sekitar 5,8% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Sementara itu, sekitar 0,79% saham lainnya merupakan saham treasuri hasil aksi pembelian kembali saham. Tingginya kepemilikan saham oleh pemegang saham pengendali membuat jumlah saham ADMF yang beredar dan dapat diperdagangkan oleh publik menjadi terbatas.
Setelah MUFG Bank melepas 4,53% sahamnya, porsi free float ADMF diperkirakan meningkat menjadi sekitar 10,33%. Dengan demikian, perseroan kini berada di atas ambang batas minimal 10% saham publik yang menjadi target pemenuhan.
Peningkatan tersebut sekaligus berpotensi memperluas jumlah saham yang dapat diperdagangkan oleh investor di pasar reguler.
Peningkatan free float ADMF sebenarnya telah menjadi agenda manajemen sebelumnya. Adira Finance sebelumnya menargetkan porsi saham publik minimal 10% dapat dipenuhi pada akhir Juni 2026.
Namun, target tersebut belum terealisasi sesuai jadwal. Pada awal Juli 2026, Sekretaris Perusahaan Adira Finance Veronika Dyah Puspitaningrum mengatakan perseroan masih membahas langkah peningkatan free float bersama pemegang saham pengendali.
"Perseroan akan terus mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perseroan," ujar Veronika.
Realisasi penjualan saham oleh MUFG Bank pada September 2026 kemudian menjadi salah satu langkah konkret untuk mendorong porsi saham publik ADMF melewati batas minimal tersebut.
Kebutuhan Adira Finance untuk meningkatkan free float tidak terlepas dari aksi korporasi merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance.
Penggabungan usaha tersebut efektif pada 26 Juni 2025 setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam rencana aksi korporasi tersebut, Adira Finance menargetkan pemenuhan free float sebesar 10% dalam jangka waktu satu tahun setelah merger.
Pasca-merger, struktur kepemilikan pengendali melalui MUFG Bank dan Bank Danamon menjadi semakin dominan. Kondisi tersebut turut menekan porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.
Karena itu, penjualan sebagian saham MUFG Bank menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kembali jumlah saham ADMF yang berada di tangan publik.
Baca Juga: Bitcoin Naik 3%, Risiko Leverage Futures Kripto Perlu Dicermati
Kenaikan free float tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan bursa. Jumlah saham publik yang lebih besar juga dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi aktivitas perdagangan saham di pasar modal.
Sebelumnya, rendahnya porsi saham publik ADMF membuat jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan investor relatif terbatas. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan likuiditas perdagangan saham perseroan.
Dengan free float yang kini diperkirakan mencapai 10,33%, jumlah saham ADMF yang dapat beredar di publik menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, perubahan struktur kepemilikan tersebut tidak secara otomatis menentukan pergerakan harga saham. Harga saham tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kinerja perusahaan, kondisi industri pembiayaan, sentimen pasar, serta aktivitas jual beli investor.
Divestasi 55,93 juta saham ADMF oleh MUFG Bank menjadi langkah penting dalam upaya perseroan memenuhi ketentuan free float sekaligus memperluas kepemilikan saham oleh publik.
Dengan harga Rp7.800 per saham, transaksi tersebut memiliki nilai sekitar Rp436,31 miliar. Harga tersebut juga berada di bawah harga penutupan ADMF pada 2 Oktober 2026 yang berada di level Rp8.300.
Di sisi lain, MUFG Bank tetap mempertahankan sekitar 14,36% saham ADMF setelah transaksi dan masih menjadi salah satu pemegang saham pengendali bersama Bank Danamon.
Dengan struktur baru tersebut, Adira Finance kini memiliki porsi saham publik sekitar 10,33%, melewati target minimal 10%. Langkah ini sekaligus menandai penyelesaian salah satu agenda perseroan pasca-merger dengan Mandala Finance.
Ke depan, perubahan porsi kepemilikan tersebut akan menjadi bagian dari dinamika perdagangan saham ADMF di BEI, sementara posisi MUFG Bank sebagai salah satu pemegang saham pengendali tetap dipertahankan.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual produk emas tertentu. Investasi dan membeli emas tentunya berisiko, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
Terbit 6 Oktober 2026 pukul 17:05:17 WIB
Terbit 3 Oktober 2026 pukul 11:13:30 WIB
Terbit 2 Oktober 2026 pukul 11:21:38 WIB
Terbit 1 Oktober 2026 pukul 14:29:42 WIB
Terbit 30 September 2026 pukul 18:01:56 WIB
Terbit 29 September 2026 pukul 18:38:24 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...