Loading...
0%
Artikel

Harga Bitcoin naik 3% dalam 24 jam terakhir hingga menembus US$86.459. Penguatan tersebut terjadi ketika aktivitas perdagangan aset kripto kembali menjadi perhatian, termasuk transaksi futures yang memungkinkan trader mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga tanpa harus membeli Bitcoin secara langsung.
Seperti dikutip dari Kontan.co.id, Sabtu (3/10/2026), berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (2/10/2026) pukul 19.05 WIB, Bitcoin berada di level US$86.459 atau menguat sekitar 3% dalam 24 jam. Dalam periode sepekan, aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut juga tercatat naik 2,1%.
Penguatan harga Bitcoin berlangsung bersamaan dengan meningkatnya arus dana institusional melalui produk investasi berbasis Bitcoin.
Data Farside Investors juga mencatat ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mengalami net inflow sekitar US999jutapada21September2026,US714,7 juta pada 22 September, dan US$346,9 juta pada 23 September 2026.
Arus dana tersebut menunjukkan tingginya aktivitas di pasar Bitcoin. Namun, pergerakan harga yang semakin dinamis juga membuat pelaku pasar perlu memperhatikan risiko, terutama ketika menggunakan instrumen derivatif seperti futures.
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan meningkatnya arus dana institusional dan aktivitas perdagangan dapat membuat pergerakan harga menjadi lebih dinamis.
“Ketika arus dana institusional dan aktivitas perdagangan meningkat, pergerakan harga dapat berlangsung lebih dinamis. Kondisi seperti ini membuat trader perlu melihat bukan hanya arah harga, tetapi juga likuiditas, volatilitas, dan risiko dari instrumen yang digunakan,” ujar Ryan dalam keterangannya, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Danantara Bidik 5-10% Saham BEI, Demutualisasi Segera Bergulir
Perdagangan futures memiliki mekanisme berbeda dibandingkan transaksi spot. Dalam transaksi spot, investor membeli atau menjual aset secara langsung.
Sementara pada futures, trader bertransaksi melalui kontrak yang nilainya mengikuti pergerakan harga aset dasar.
Pada kontrak perpetual, misalnya, trader dapat mengambil posisi long ketika memperkirakan harga naik atau short ketika memperkirakan harga turun. Posisi tersebut dapat dibuka menggunakan sistem margin.
Menurut CME Group, futures menggunakan margin yang hanya merupakan sebagian dari nilai nosional kontrak. Artinya, trader tidak harus menyediakan seluruh nilai kontrak untuk memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga.
Mekanisme tersebut membuat modal yang digunakan dapat lebih kecil dibandingkan nilai posisi. Namun, perubahan harga yang relatif kecil juga dapat memberikan dampak lebih besar terhadap margin yang tersedia.
Salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan dalam perdagangan futures adalah leverage. Fitur ini memungkinkan trader mengendalikan posisi dengan nilai lebih besar dibandingkan modal atau margin yang disediakan.
Di satu sisi, leverage dapat memperbesar potensi keuntungan ketika pergerakan harga sesuai dengan posisi. Namun, efek yang sama juga berlaku ketika harga bergerak berlawanan.
Margin dapat berkurang dengan cepat dan posisi dapat mengalami likuidasi apabila dana yang tersedia tidak lagi memenuhi persyaratan margin.
“Futures memiliki mekanisme dan tingkat risiko yang berbeda dari spot. Leverage dapat memberikan eksposur dengan margin tertentu, tetapi juga dapat memperbesar kerugian ketika pasar bergerak berlawanan dengan posisi,” kata Ryan.
Karena itu, penggunaan leverage perlu mempertimbangkan pemahaman terhadap mekanisme kontrak dan kemampuan masing-masing trader dalam menanggung risiko.
Baca Juga: Investasi Gen Z Berubah, Emas Pecahan Kecil Makin Diminati
Selain leverage, trader futures juga perlu memahami sejumlah mekanisme lain yang dapat memengaruhi posisi. Salah satunya adalah funding rate, terutama pada kontrak perpetual.
Funding rate merupakan mekanisme pembayaran berkala antara pemegang posisi long dan short. Nilainya dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan perbedaan harga kontrak dengan harga acuan.
Trader juga perlu memahami perbedaan isolated margin dan cross margin. Pada isolated margin, margin untuk satu posisi dipisahkan sehingga risiko kerugian pada posisi tersebut tidak secara otomatis menggunakan seluruh saldo yang tersedia.
Sementara itu, cross margin menggunakan saldo margin yang tersedia untuk menopang posisi sesuai mekanisme platform. Perbedaan ini membuat pemahaman mengenai pengelolaan modal menjadi penting sebelum membuka posisi futures.
Di tengah perkembangan perdagangan aset keuangan digital di Indonesia, pemahaman terhadap karakteristik setiap instrumen menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi.
Pergerakan Bitcoin naik 3% dalam sehari dapat menjadi perhatian bagi pelaku pasar, tetapi kenaikan harga tidak menghilangkan risiko volatilitas.
Terlebih, futures memiliki karakteristik berbeda karena melibatkan kontrak, margin, dan kemungkinan penggunaan leverage.
Baca Juga: BI Kurangi Intervensi Spot, Ini Dampaknya ke Rupiah dan Investasi
Trader yang menggunakan futures perlu memahami beberapa aspek utama, antara lain:
Margin dan nilai posisi.
Leverage yang digunakan.
Risiko likuidasi.
Funding rate.
Jenis margin.
Ukuran posisi dan batas risiko.
Dengan memahami mekanisme tersebut, pengguna dapat mengetahui bahwa futures bukan sekadar cara untuk mengikuti pergerakan harga Bitcoin. Instrumen ini memiliki struktur risiko yang berbeda dari transaksi spot.
Ryan menekankan bahwa tingkat leverage sebaiknya disesuaikan dengan pemahaman dan toleransi risiko masing-masing pengguna.
Dengan demikian, perkembangan harga Bitcoin dan meningkatnya aktivitas perdagangan dapat disikapi dengan mempertimbangkan kondisi pasar sekaligus karakteristik instrumen yang digunakan.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual produk emas tertentu. Investasi dan membeli emas tentunya berisiko, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
Terbit 2 Oktober 2026 pukul 11:21:38 WIB
Terbit 1 Oktober 2026 pukul 14:29:42 WIB
Terbit 30 September 2026 pukul 18:01:56 WIB
Terbit 29 September 2026 pukul 18:38:24 WIB
Terbit 28 September 2026 pukul 09:42:31 WIB
Terbit 26 September 2026 pukul 10:59:06 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...