Loading...
0%
Artikel

Tren investasi Gen Z di tengah tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi mulai mengalami perubahan. Minat terhadap emas sebagai salah satu instrumen investasi masih terlihat, tetapi ukuran emas yang dibeli masyarakat kini semakin menyesuaikan kemampuan finansial.
Jika sebelumnya emas batangan dengan ukuran 5 gram hingga 10 gram cukup banyak diminati, konsumen kini mulai bergeser ke gramasi yang lebih kecil. Perubahan tersebut terutama terlihat pada konsumen generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial.
Seperti dikutip dari Kontan.co.id, Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Galeri Dua Puluh Empat (Galeri 24) Ihdina Intri Rahma mengatakan, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat turut memengaruhi pilihan gramasi emas yang dibeli.
"Memang, dengan ekonomi seperti ini, masyarakat mulai lebih aware bahwa emas itu investasi yang aman. Mereka merasa harus berinvestasi di tempat yang lebih aman," ujar Ihdina dalam acara Gold & Jewellery Fair, Kamis (1/10/2026).
Menurut Ihdina, perubahan kemampuan daya beli tidak membuat masyarakat sepenuhnya meninggalkan investasi emas. Sebaliknya, konsumen justru menyesuaikan nominal pembelian dengan memilih produk yang memiliki ukuran lebih kecil.
Baca Juga: BI Kurangi Intervensi Spot, Ini Dampaknya ke Rupiah dan Investasi
Perubahan pola pembelian tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana investasi semakin dekat dengan generasi muda. Bagi Gen Z, memulai investasi tidak selalu harus dilakukan dengan membeli emas dalam jumlah besar.
Galeri 24 mencatat permintaan terhadap emas batangan dengan ukuran kecil mulai mendapat perhatian. Pilihannya bahkan tersedia dari pecahan 0,01 gram, 0,02 gram, 0,1 gram, 0,5 gram hingga 5 gram.
Ihdina menjelaskan, perubahan tersebut berkaitan erat dengan daya beli masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam mengalokasikan pengeluaran.
"Karena daya beli, mereka cenderung bergeser ke gramasi yang lebih kecil. Secara transaksi masih banyak customer yang beralih investasi lebih aman di emas," katanya.
Dengan pilihan gramasi yang lebih beragam, masyarakat dapat menyesuaikan pembelian emas dengan kemampuan finansial masing-masing. Kondisi tersebut membuat investasi emas tidak lagi identik dengan pembelian dalam nominal besar.
Bagi konsumen muda, emas dengan pecahan kecil juga memungkinkan mereka membangun kebiasaan investasi secara bertahap. Pembelian dapat dilakukan sesuai kemampuan tanpa harus menunggu memiliki dana besar.
"Investasi itu sudah menjadi sesuatu yang penting bagi mereka. Memang biasanya dimulai dari gramasi kecil," ujar Ihdina.
Perubahan preferensi tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan perhatian masyarakat terhadap instrumen yang dianggap relatif aman ketika kondisi ekonomi tidak menentu.
Tekanan terhadap daya beli membuat konsumen lebih selektif dalam menentukan penggunaan uang. Namun, pada saat yang sama, ketidakpastian justru dapat mendorong sebagian masyarakat untuk tetap menyisihkan dana ke instrumen investasi.
Dalam konteks tersebut, emas menjadi salah satu produk yang masih mendapat perhatian. Bukan hanya karena dapat dibeli dalam berbagai ukuran, tetapi juga karena tersedia mekanisme jual kembali atau buyback yang menjadi salah satu pertimbangan konsumen.
Galeri 24 turut menyediakan berbagai pilihan produk emas untuk menjangkau kebutuhan konsumen dengan karakteristik berbeda. Produk tersebut mencakup emas batangan hingga perhiasan.
Baca Juga: SBR015 Resmi Dibuka, Kupon 6,75%-6,85%, Modal Mulai Rp1 Juta
Pergeseran tren tidak hanya terlihat pada emas batangan. Preferensi generasi muda juga mulai terlihat dalam pembelian perhiasan emas.
Menurut Ihdina, konsumen Gen Z cenderung memilih perhiasan dengan desain sederhana, ukuran lebih kecil, serta dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
"Gen Z bukan tipe yang suka flexing dengan perhiasan besar. Mereka lebih memilih yang simple untuk daily maupun kebutuhan momen tertentu," tuturnya.
Pilihan tersebut memperlihatkan adanya perubahan cara generasi muda memandang perhiasan. Jika sebelumnya perhiasan emas kerap dikaitkan dengan simbol status atau kemewahan, konsumen muda kini juga mempertimbangkan aspek fungsi dan fleksibilitas.
Perhiasan dengan desain minimalis dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari sekaligus tetap relevan ketika dikenakan dalam momen tertentu.
Sementara itu, berdasarkan karakter konsumennya, milenial dan Gen Z tercatat menjadi kelompok yang banyak melakukan pembelian emas batangan. Untuk produk perhiasan, konsumen milenial masih menjadi kelompok yang dominan, kemudian diikuti generasi X.
Perubahan tren tersebut turut menjadi perhatian dalam Gold & Jewellery Fair yang berlangsung di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Dalam pameran tersebut, Galeri 24 menargetkan penjualan hingga 21 kilogram emas. Selain mengejar transaksi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai pilihan produk emas kepada masyarakat.
Pilihan tersebut mencakup emas batangan dengan berbagai ukuran hingga produk perhiasan. Dengan variasi gramasi, konsumen dapat memilih produk berdasarkan kebutuhan serta kemampuan finansial.
Skema buyback juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan karena berkaitan dengan kemudahan konsumen ketika ingin menjual kembali emas yang dimiliki.
Baca Juga: Batas Harga Saham Jadi Rp1 Resmi Berlaku, Ini Dampaknya bagi Investor
Tren investasi Gen Z menunjukkan bahwa perubahan daya beli tidak selalu berujung pada berkurangnya minat terhadap investasi. Sebaliknya, pola pembelian dapat berubah mengikuti kondisi keuangan masyarakat.
Emas batangan berukuran 5 gram hingga 10 gram yang sebelumnya banyak diminati kini mulai berdampingan dengan pecahan yang jauh lebih kecil.
Pilihan 0,01 gram hingga 0,5 gram menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang ingin memulai investasi dengan nominal yang lebih terjangkau.
Bagi generasi muda, kondisi tersebut membuat investasi dapat dimulai secara bertahap. Mereka tidak harus menunggu memiliki dana besar untuk mulai mengenal instrumen investasi.
Di sisi lain, perubahan tren perhiasan juga menunjukkan bahwa Gen Z semakin mempertimbangkan fungsi dan kenyamanan dalam memilih produk emas. Desain minimalis dan ukuran yang lebih kecil menjadi pilihan untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara tertentu.
Dengan demikian, tren investasi Gen Z terhadap emas tidak menghilang di tengah tekanan ekonomi. Minat tersebut justru mengalami pergeseran, dari pembelian dalam gramasi besar menuju produk yang lebih kecil dan sesuai dengan kemampuan daya beli.
Perubahan ini menjadi gambaran bahwa bagi generasi muda, investasi emas kini dapat dimulai secara bertahap.
Namun, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan, tujuan investasi, serta kemampuan masing-masing individu.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual produk emas tertentu. Investasi dan membeli emas tentunya berisiko, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
Terbit 30 September 2026 pukul 18:01:56 WIB
Terbit 29 September 2026 pukul 18:38:24 WIB
Terbit 28 September 2026 pukul 09:42:31 WIB
Terbit 26 September 2026 pukul 10:59:06 WIB
Terbit 25 September 2026 pukul 10:41:18 WIB
Terbit 24 September 2026 pukul 10:31:50 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...