Loading...
0%
Artikel

Perkembangan teknologi blockchain terus menghadirkan inovasi baru di dunia investasi global. Setelah sukses digunakan untuk tokenisasi obligasi, surat utang, hingga berbagai instrumen pasar uang, kini saham mulai memasuki era digital melalui konsep tokenized stocks atau saham yang ditokenisasi.
Tren ini menjadi bagian dari perkembangan real world assets (RWA), yakni proses mengubah aset dunia nyata menjadi token digital yang dapat diperdagangkan di jaringan blockchain.
Kehadiran tokenized stocks dinilai berpotensi mengubah cara investor mengakses pasar saham, sekaligus mempersempit jarak antara industri keuangan tradisional dan ekosistem aset kripto.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep tokenisasi aset menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan pelaku industri keuangan digital.
Banyak pihak meyakini bahwa tokenisasi dapat menciptakan sistem investasi yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh investor dari berbagai negara.
Baca Juga: 14 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Modal Minimum, OJK Siapkan Langkah Tegas
Melansir dari Kontancoid, Sabtu (6/6/2026), Tokenized stocks adalah aset digital yang mewakili eksposur ekonomi terhadap saham tertentu. Dengan kata lain, investor dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pergerakan harga saham tanpa harus membeli saham tersebut secara langsung melalui bursa konvensional.
Melalui teknologi blockchain, saham dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital yang diperdagangkan di platform aset kripto.
Sistem ini memungkinkan transaksi dilakukan secara lebih cepat dan berpotensi menghadirkan akses investasi yang lebih luas bagi masyarakat global.
Meski demikian, tokenized stocks masih tergolong instrumen yang relatif baru dan saat ini belum menjadi produk investasi yang diperdagangkan secara luas di Indonesia.
Pengembangannya masih banyak terjadi di pasar internasional yang memiliki regulasi lebih matang terkait aset digital.
Tokenisasi saham merupakan bagian dari gelombang besar transformasi aset keuangan yang dikenal sebagai real world assets (RWA).
Konsep RWA memungkinkan berbagai aset fisik maupun keuangan tradisional, seperti properti, obligasi, emas, hingga saham, direpresentasikan dalam bentuk token digital di blockchain.
Keuntungan utama dari tokenisasi adalah meningkatnya efisiensi transaksi, kemudahan akses lintas negara, transparansi kepemilikan, serta potensi likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional.
Tidak heran jika sejumlah lembaga keuangan global mulai melirik sektor ini sebagai salah satu pilar masa depan industri keuangan digital.
Di tengah meningkatnya minat terhadap tokenized stocks, platform exchange global Bitget meluncurkan Bitget Stocks 2.0, versi terbaru dari produk saham tokenisasi yang mereka kembangkan.
Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas perdagangan saham digital melalui tiga fokus utama, yakni peningkatan likuiditas, transparansi aset, dan efisiensi penggunaan modal.
Produk tersebut diterbitkan oleh Reality, sebuah platform penerbitan aset dunia nyata atau RWA yang telah memiliki lisensi resmi.
Bitget menjelaskan bahwa pengembangan terbaru ini bertujuan menghubungkan perdagangan saham yang ditokenisasi dengan likuiditas pasar saham global yang lebih luas.
Selain itu, sistem yang digunakan juga memungkinkan investor memperoleh eksposur ekonomi yang setara dengan aset saham yang menjadi dasar token tersebut.
Baca Juga: Inflasi Medis Mengintai, OJK Ungkap Rasio Klaim Asuransi Kesehatan 57,78% Masih Aman
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam tokenized stocks adalah bagaimana hubungan antara token digital dan saham yang mendasarinya.
Dalam pengembangan Bitget Stocks 2.0, perusahaan menerapkan sistem pemetaan ekonomi 1:1, yang berarti setiap token saham yang memenuhi syarat memiliki keterkaitan langsung dengan saham dasar yang direpresentasikan.
Pendekatan ini dirancang untuk menjaga agar eksposur ekonomi yang diterima investor tetap selaras dengan pergerakan saham aslinya.
Selain itu, perdagangan token saham dilakukan menggunakan stablecoin USDT, sehingga mempermudah transaksi di dalam ekosistem aset digital.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul terkait tokenized stocks adalah bagaimana perlakuan terhadap dividen dan aksi korporasi.
Bitget menjelaskan bahwa dividen tunai yang berasal dari saham dasar akan dikonversi menjadi USDT sebelum didistribusikan kepada pemegang token.
Sementara itu, apabila perusahaan menerbitkan dividen saham, penyesuaian akan tercermin langsung pada saldo kepemilikan token investor.
Hal yang sama juga berlaku untuk berbagai aksi korporasi lain seperti stock split (pemecahan saham) maupun reverse split (penggabungan saham). Posisi token akan disesuaikan agar tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara dengan saham yang mendasarinya.
Dengan mekanisme tersebut, investor tetap dapat menikmati manfaat ekonomi yang serupa dengan kepemilikan saham tradisional.
Tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi, Bitget juga memperluas penggunaan token saham di dalam ekosistem platformnya.
Token saham yang memenuhi syarat dapat dimanfaatkan dalam sistem margin, akun terpadu, hingga berbagai layanan lain yang tersedia dalam platform.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas utilitas aset tokenisasi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan modal bagi pengguna.
Konsep tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tokenized stocks mulai menarik perhatian investor global, khususnya mereka yang aktif bertransaksi di pasar aset digital.
Sejumlah pelaku industri percaya bahwa tokenisasi aset akan menjadi salah satu transformasi terbesar dalam dunia keuangan selama dekade mendatang.
CEO Bitget, Gracy Chen, bahkan menyebut tokenisasi sebagai jembatan yang menghubungkan pasar keuangan tradisional dengan dunia kripto.
"Ekuitas yang ditokenisasi adalah jembatan yang tengah dibangun oleh kripto untuk menghubungkan pasar global. Menjelang tahun 2030, kita mungkin akan melihat lebih dari 10% aset keuangan global ditokenisasi," ujar Gracy Chen, CEO Bitget, dalam keterangannya, seperti dikutip dari Kontancoid, Sabtu (6/6/2026).
Pernyataan tersebut sejalan dengan berbagai proyeksi lembaga keuangan internasional yang memperkirakan nilai pasar tokenisasi aset dapat mencapai triliunan dolar dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp18.047 per Dolar AS, Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
Pada tahap awal peluncuran Bitget Stocks 2.0, tersedia 36 aset berbasis saham yang telah dilisting untuk diperdagangkan.
Beberapa di antaranya merupakan saham perusahaan teknologi terbesar dunia yang selama ini menjadi incaran investor global, seperti:
Selain saham individual, investor juga dapat mengakses sejumlah produk ETF populer seperti Invesco QQQ Trust.
Kehadiran saham-saham global tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap perusahaan teknologi terbesar dunia melalui ekosistem blockchain.
Minat terhadap saham tokenisasi tampaknya terus meningkat. Bitget mengungkapkan bahwa hingga Januari 2026, volume kumulatif perdagangan spot saham tokenisasi di platform mereka telah melampaui angka US$1 miliar.
Selain itu, pada Desember 2025 perusahaan tersebut juga mencatat kontribusi sekitar 89 persen terhadap volume perdagangan saham tokenisasi yang diterbitkan oleh Ondo, salah satu pemain penting dalam sektor tokenisasi aset dunia nyata.
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar tokenized stocks mulai mendapatkan perhatian serius dari investor global, meskipun masih berada pada tahap awal pengembangan.
Di balik berbagai potensi yang ditawarkan, tokenized stocks juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait regulasi, perlindungan investor, serta standar kepemilikan aset yang berbeda di setiap negara.
Regulator di berbagai yurisdiksi masih terus menyusun kerangka hukum yang dapat mengakomodasi perkembangan teknologi blockchain tanpa mengabaikan aspek keamanan pasar keuangan.
Meski demikian, banyak analis menilai tokenisasi saham berpotensi menjadi salah satu inovasi paling revolusioner dalam dunia investasi modern.
Dengan kemampuan menghubungkan pasar saham tradisional dan aset kripto dalam satu ekosistem, tokenized stocks dipandang sebagai langkah besar menuju sistem keuangan yang lebih inklusif, transparan, dan efisien di masa depan.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual produk keuangan tertentu. Investasi memiliki risiko, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
Terbit 6 Juli 2026 pukul 17:07:17 WIB
Terbit 4 Juli 2026 pukul 14:08:00 WIB
Terbit 3 Juli 2026 pukul 16:51:12 WIB
Terbit 2 Juli 2026 pukul 14:34:54 WIB
Terbit 1 Juli 2026 pukul 13:14:05 WIB
Terbit 30 Juni 2026 pukul 11:05:55 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...