Loading...
0%
Artikel

Pasar kripto kembali menunjukkan pergerakan eksplosif setelah harga Bitcoin berhasil menembus level psikologis US$72.000. Lonjakan ini terjadi setelah kabar gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan, yang langsung memicu sentimen positif di pasar global.
Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Cointelegraph Rabu (8/4/2026), Bitcoin melonjak sekitar 2,6% hanya dalam waktu satu jam setelah pengumuman tersebut. Sebelumnya berada di kisaran US$71.487, harga BTC langsung melesat hingga mencapai US$72.339, menjadi level tertinggi dalam hampir tiga minggu terakhir.
Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik global, terutama konflik yang melibatkan negara besar.
Mengutip dari Kontancoid, Rabu 98/4/2026), Lonjakan harga Bitcoin tidak lepas dari keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang mengumumkan penangguhan serangan militer terhadap Iran.
“Saya setuju menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang sebelumnya diberikan kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Langkah ini langsung direspons positif oleh pasar, karena meredanya potensi konflik militer berarti menurunnya ketidakpastian global, faktor yang selama ini menekan berbagai aset, termasuk kripto.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengonfirmasi kesediaannya untuk menerima gencatan senjata tersebut, memperkuat optimisme pasar.
Baca Juga: Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Bitcoin Berpotensi Melejit Kembali ke US$75.000?
Sebelum kesepakatan ini tercapai, pasar sempat diliputi kekhawatiran besar. Bahkan, sehari sebelumnya, Donald Trump sempat melontarkan peringatan keras yang meningkatkan tensi global.
“Sebuah peradaban akan hancur malam ini, dan tak akan pernah bisa dipulihkan. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi kemungkinan besar akan terjadi,” tulis Trump, pada Senin (6/4/2026).
Pernyataan tersebut sempat membuat pasar keuangan bergerak hati-hati. Namun, perubahan arah kebijakan menjadi gencatan senjata justru memicu rebound cepat, khususnya di sektor kripto.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perubahan narasi geopolitik dalam waktu singkat bisa berdampak besar terhadap pergerakan harga aset digital.
Secara historis, ketegangan geopolitik sering menjadi faktor yang menekan pasar kripto. Investor cenderung menghindari risiko tinggi saat situasi global tidak stabil.
Namun sebaliknya, ketika ada tanda-tanda meredanya konflik, pasar kripto justru mengalami lonjakan tajam. Hal ini terjadi karena investor kembali mencari peluang di aset berisiko tinggi dengan potensi keuntungan besar.
Kondisi ini juga terlihat pada pergerakan Bitcoin kali ini. Setelah sempat tertahan di bawah US$72.000 sejak pertengahan Maret, akhirnya BTC berhasil menembus level tersebut setelah adanya kepastian gencatan senjata.
Meski harga Bitcoin melonjak, indikator sentimen pasar menunjukkan bahwa investor masih berada dalam fase waspada ekstrem.
Indeks Crypto Fear & Greed sebelumnya mencatat skor 11, yang masuk kategori “Extreme Fear”. Artinya, meskipun harga naik, kepercayaan pasar belum sepenuhnya pulih.
Kondisi ini menunjukkan bahwa reli Bitcoin saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, bukan semata-mata fundamental internal pasar kripto.
Pertanyaan besar yang kini muncul adalah: apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum bullish ini?
Jawabannya sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik dalam beberapa hari ke depan.
Jika gencatan senjata benar-benar bertahan dan tidak ada eskalasi baru, maka peluang Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan tetap terbuka. Namun, jika konflik kembali memanas, volatilitas tinggi kemungkinan akan kembali terjadi.
Baca Juga: OJK Tegas! Denda Rp15,9 Miliar untuk Pelaku Manipulasi Pasar Modal
Kenaikan harga Bitcoin kali ini kembali menegaskan posisinya sebagai aset yang unik. Di satu sisi, Bitcoin sering dianggap sebagai safe haven alternatif seperti emas.
Namun di sisi lain, ia juga diperlakukan sebagai aset berisiko tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar.
Perubahan harga yang cepat dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Bitcoin kini semakin terintegrasi dengan dinamika ekonomi dan politik global.
Lonjakan Bitcoin ke level US$72.000 menjadi bukti nyata bahwa pasar kripto masih memiliki daya dorong yang kuat, terutama saat tekanan global mereda.
Namun, di balik euforia tersebut, risiko tetap membayangi. Sentimen pasar yang masih rapuh dan ketergantungan pada faktor geopolitik membuat pergerakan Bitcoin ke depan tetap penuh ketidakpastian.
Bagi investor, kondisi ini menjadi pengingat penting untuk tetap waspada, tidak terbawa euforia, dan selalu mempertimbangkan risiko dalam setiap keputusan investasi.
Dengan kata lain, reli kali ini bisa menjadi peluang besar, namun juga menyimpan potensi volatilitas yang tidak kalah besar.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen investasi tertentu. Investasi memiliki risiko, keputusan ada di tangan investor masing-masing.
Terbit 6 Juli 2026 pukul 17:07:17 WIB
Terbit 4 Juli 2026 pukul 14:08:00 WIB
Terbit 3 Juli 2026 pukul 16:51:12 WIB
Terbit 2 Juli 2026 pukul 14:34:54 WIB
Terbit 1 Juli 2026 pukul 13:14:05 WIB
Terbit 30 Juni 2026 pukul 11:05:55 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...