Sesimpel Ini Kenapa Bisnis Ideal Mirip Camel (Unta)

Menurut Shinta Nurfauzia (Founder Lemonilo) mengutip dari artikel HBS di podcastnya Pak Gita, beliau sampaikan klo Startup yang laku itu sekarang bukanlah unicorn tapi Camel (unta), Kenapa?

  • Camel punya isi atau cadangan air yang lebih banyak sehingga bisa jalan lebih panjang
  • Bisa bertahan di kondisi ekstrim dan terbentuk dari sebuah proses yang panjang

Lalu kenapa dengan Unicorn ?

Unicorn adalah sebuah hewan fiksi yang ajaib. Terlahir dengan proses yang instan dan langsung menjadi sebuah hewan yang indah dan cantik.

Perbedaan dari sebuah hewan ajaib ini dengan sebuah onta ada pada prosesnya dan …

Kalian bisa cek di https://hbr.org/2020/10/startups-its-time-to-think-like-camels-not-unicorns ( yuk jangan malas baca, biar ketularan pintarnya para orang hebat lainnya)

Kaitannya Dengan Pandemi Covid-19

Covid-19 dan resesi global yang ada membuat kita semua perlu bersiap untuk jangka waktu yang lama dalam kondisi yang sangat menantang dan tak menentu di pasar global.

“Startup camel enterprises offer businesses in all industries and sectors valuable lessons on how to survive and grow in adverse conditions. They do this with three strategies in mind: they execute balanced growth; they take a long-term outlook; and they weave diversification into the business model.”

1. Balance instead of burn.

Unta tidak tertarik pada “blitzscaling” dengan cepat utnuk membangun perusahaan dan memprioritaskan kecepatan daripada efisiensi dalam mengejar skala besar. 

Unta berambisi untuk tumbuh seperti perusahaan Startup lainnya, namun mereka mengambil jalur pertumbuhan yang lebih seimbang.

Pada poin ini terdapat 3 elemen kunci, yaitu : Penetapan harga yang tepat dari awal, Manajemen biaya melalui siklus hidup perusahaan, & Mengubah lintasan untuk bisnis yang berkelanjutan

2. Camels are built for the long haul.

Bagi banyak orang, terobosan tidak datang dengan segera & bertahan hidup seringkali menjadi strategi utama.

Persaingan akan selalu ada. Tetapi perlombaan adalah tentang siapa yang akan bertahan paling lama, bukan tentang siapa yang pergi ke pasar terlebih dahulu.

3. Breadth and depth for resilience.

Dengan memprioritaskan pertumbuhan yang seimbang, membangun untuk jangka panjang, serta memperdalam dan melakukan diversifikasi untuk ketahanan, unta tidak hanya dapat bertahan dari guncangan pasar, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang di saat baik dan buruk.

Singkatnya, mereka mengubah kesulitan menjadi keuntungan. 

Menarik bukan??

Jadi jangan minder kalau bisnis atau usaha kalian belum menjadi seekor unicorn, 

Tapi berusalah menjadi seekor unta, Di masa ini, yang paling penting adalah siapa yang bisa tetap berjalan lebih jauh dan kuat. Bisa beradaptasi menghadapi masalah ekonomi yang terjadi.

Jangan hanya menyiapkan cash, tapi pastikan cashflow kita berjalan dengan sehat sehingga perputaran uang kita dapat terjaga dengan baik.

Penulis:

Kategori: Bisnis

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Link berhasil disalin