Sesimpel Ini Kerugian Batalnya Piala Dunia U-20 Indonesia

Akhir-akhir ini kehebohan terjadi di tanah air, oleh karena sejumlah tokoh penting di Indonesia menolak kehadiran timnas sepakbola Israel di Indonesia sehingga menyebabkan batalnya Piala Dunia U-20 Indonesia. Sebut saja Gubernur Bali, I Wayan Kotser. Alhasil, pengundian fase grup di Bali pada 31 Maret mendatang, batal!

Jadi, gimana dong?

Isu Berkembang dari Batalnya Piala Dunia U-20 Indonesia

Banyak isu berkembang, hingga kabar terbarunya Piala Dunia U-20 terancam batal digelar di tanah air. Bahkan ada isu bahwa FIFA telah menunjuk Peru sebagai tuan rumah baru untuk antisipasi.

Seberapa penting sih event Piala Dunia U-20 ini?

Edisi Piala Dunia U-20 Sebelumnya

Berkaca pada edisi sebelumnya di 2019, di mana Polandia menjadi tuan rumah event ini. Badan Pusat Statistik Polandia mencatatkan bahwa jumlah hunian di hotel/penginapan sebanyak 3.280.645 jiwa, naik 8,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pentingnya Piala Dunia U-20

Merujuk pada pernyataan Sandiaga Uno, event Piala Dunia U-20 sangat penting bagi pemulihan ekonomi di bagian pariwisata. Tercatat pada Januari 2023 kemarin, jumlah wisatawan mancanegara ada di angka 735.947 jiwa.

Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara Bulan Januari 2023

Jika Piala Dunia U-20 jadi di gelar, pasti akan lebih banyak lagi kan yang datang?

Rata-rata Pengeluaran Wisatawan

Pada tahun 2021, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia adalah USD 51,73 (Rp782.000) per harinya. 

Sumber : Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2021)

Asumsi Perhitungan

Mari kita berhitung dengan asumsi bahwa pada 20 Mei – 11 Juni 2023 tetap di adakan Piala Dunia dengan data wisatawan yang naik 50% dari Januari 2023, berapa sih perputaran uang yang ada di sektor pariwisata?

Estimasi Lonjakan Wisatawan (+50% data Jan ’23) =  1.112.920 jiwa

Estimasi Lonjakan Transaksi Harian (+50% data 2021) =  USD 77,6 (Rp1,17 Juta)

22 Hari Penyelenggaraan (Jiwa x Transaksi x 22 hari) = USD 1,89 Miliar (Rp 28,72 T)

Dampak Negatif

Ya, setidaknya ada Rp28,72 Triliun uang yang tidak akan berputar dari sektor pariwisata ketika Piala Dunia U-20 gagal di gelar di Indonesia. Belum lagi kemungkinan terburuk adalah sanski FIFA untuk Indonesia, di mana sumber mata pencaharian atlet sepakbola, klub sepakbola, perangkat klub, bahkan sampai pedagang bisa terkena imbasnya!

Kemungkinan Terburuk

Selain itu, berikut kemungkinan terburuk jika Piala Dunia U-20 batal di gelar:

  • Bidding Indonesia untuk tuan rumah Olimpiade 2036 bisa saja batal
  • Bidding Indonesia untuk tuan rumah Piala Dunia 2034 juga terancam batal
  • Kredibilitas Indonesia dalam hal tuan rumah olahraga secara umum akan buruk di mata dunia

Kesimpulan

Menurut kalian, apa solusi terbaik untuk gelaran Piala Dunia U-20 ini apabila ingin di adakan di Indonesia? Tentunya, kita tetap berdoa agar tidak terjadi berbagai kemungkinan terburuk kedepan.

Penulis:

Kategori: Keuangan

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Link berhasil disalin