Sesimpel Ini Kisah Butterfly Effect

Mungkin kita pernah mendengar sebuah ungkapan pertanyaan, “Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brazil bisa memicu tornado di Texas?”. Ungkapan ini kian populer setelah sebuah presentasi yang di bawakan Edward Lorenz dalam sebuah asosiasi di Amerika. Sebenarnya apa makna dari butterfly effect?

Father of Chaos Theory

Edward Lorenz, father of chaos theory and butterfly effect, dies at 90 |  MIT News | Massachusetts Institute of Technology

Source: Ian Stewart, Does God Play Dice? The Mathematics of Chaos, pg. 141

Tahun 1961, Edward Lorenz, ahli matematika dan meteorologi menjalankan model komputer prediksi cuaca dengan serangkaian angka. 

Edward hanya memasukkan 3 digit decimal pertama (.506) dari yang seharusnya 6 digit (.506127). “Insiden” pembulatan angka membuat mesin menghasilkan simulasi pola yang salah dan sangat berbeda. Efek ini di kenal sebagai butterfly effect (perubahan sangat kecil, sekecil kepakan kupu-kupu) sekaligus menggambarkan chaos theory – sebuah ketidakteraturan.  

Menariknya, beberapa peristiwa di dunia justru di anggap mengikuti pola butterfly effect ini. Apa aja?

Buku Fiktif Rugikan Ekonomi US 

Thomas W. Lawson (homme d'affaires) — Wikipédia
Friday, the Thirteenth: Lawson, Thomas WIlliam: 9781386741503: Amazon.com:  Books

Tahun 1907, seorang pialang saham, Thomas Lawson menulis buku berjudul Friday the thirteenth yang menimbulkan kepanikan di antara pialang saham Wall Street karena di anggap sebagai hari kesialan.

Penerbitan novel yang sukses besar justru menghilangkan ekonomi US ±$900 Juta karena alih-alih bekerja, berlibur, atau berbelanja, orang-orang justru berdiam di rumah karena takut tertimpa musibah. 

Penjual Buah Gulingkan Kekuasaan

An ordinary man on a bad day, he changed the world
Remembering Mohamed Bouazizi: The man who sparked the Arab Spring | Arab  Spring: 10 years on | Al Jazeera

Desember 2010, Mohamed Bouazizi, seorang penjual buah membakar dirinya sebagai bentuk protes atas perlakuan tidak adil karena tempatnya digusur Pemerintah dan dipukuli petugas. 

Kematiannya tersiar menjadi “tornado” di Tunisia melengserkan Zine El Abidine setelah 23 tahun berkuasa, Mesir (Hosni Mubarak), Libya (Muammar Khadafi), dan Yaman (Ali Abdullah Saleh). Runtuhnya kekuasaan Timur-Tengah ini di kenal sebagai revolusi “Arab Spring”

Salah Jalan Berujung Perang Dunia 

Franz Ferdinand, archduke of Austria-Este | Biography, Assassination,  Facts, & World War I | Britannica

Kisah Franz Ferdinand yang di bunuh Gavrilo Princip seorang dari kelompok nasionalis Serbia menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah. 

Pengemudi kereta Franz keliru membaca peta dan justru berbelok ke jalan arah café di mana Gavrilo sedang membeli sandwich. 

Pembunuhan ini memicu kemarahan besar dan ultimatum atas Kerajaan Serbia. Dua aliansi besar melahirkan Perang Dunia I yang menewaskan jutaan orang. 

Niat Baik Penyebab Holocaust 

Henry Tandey- A VC hero who held Hitler at gunpoint – and let him go
3 Jimat Adolf Hitler yang Bikin Tentara Nazi Mampu Hancurkan Eropa

Henry Tandey, tentara Inggris sedang berada dalam misi membebaskan Marcoing, Perancis. 

Pelatuk yang hendak di tarik Henry ke arah seorang pria muda serdadu Jerman tidak jadi di lepaskannya karena merasa kasihan melihatnya terluka dan membiarkannya pergi. 

Sayangnya, serdadu Jerman yang di lepaskannya itu tak lain adalah Adolf Hitler yang 20 tahun kemudian memimpin Nazi dalam penganiayaan dan pembantaian jutaan orang. 

Pendulum Batang Ganda

The Quantum Butterfly Effect | Discover Los Alamos National Laboratory}

Source: Craig Tyler, Los Alamos National Laboratory

Pada akhirnya, efek kupu-kupu seperti pendulum batang ganda yang menghasilkan pola gerakan yang tidak beraturan, berayun, dan berputar bergantung pada kondisi awal (ketinggian dan sudut) di lepaskannya. Perubahan kecil pada kondisi awal akan dengan mudah berkembang menghasilkan perubahan besar dan bergerak ke arah lain, seperti beberapa contoh peristiwa tersebut.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Butterfly_effect

Penulis:

Kategori: Keuangan

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Link berhasil disalin