Sesimpel Ini Memahami Fenomena Bubble Burst Startup

Fenomena PHK besar-besaran sedang terjadi di Perusahaan teknologi hingga startup di Indonesia, hal inilah yang disebut Bubble Burst Startup. Penasaran kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk cek slide selanjutnya.

Penyebab Bubble Burst Startup :

1. Investor yang selektif dalam pendanaan

Naiknya suku bunga Federal Reserve sehingga terjadi kenaikan Cost of Capital di akhir tahun 2021. Hal ini menyebabkan investor lebih selektif dan memindahkan aset mereka ke perusahaan yang lebih aman seperti komoditas.

Dari segi pendanaan swasta juga mengalami penurunan nilai transaksi sekitar 40% atau setara dengan $2 Miliar karena investor memprioritaskan profitabilitas dan menghadapi kekhawatiran seputar valuasi perusahaan tahap akhir.

2. Pangsa Pasar yang Turun

Pangsa pasar atau market share bisa mengalami penurunan karena produk / layanan yang diberikan kalah bersaing di pasaran. Hal ini mengakibatkan penurunan profit pada suatu perusahaan.

3. Pangsa Pasar yang Jenuh

pasar yang jenuh mengakibatkan banyak startup sulit untuk menjual produk/layanan karena sudah terlalu banyak produk/layanan yang serupa di pasar. 

Selain itu, pasar yang sensitif terhadap promo dan diskon pun membuat perusahaan atau startup akan kehilangan konsumennya jika mereka tidak menawarkan kedua hal tersebut.

Di sisi lain, terlalu sering menawarkan promo atau diskon dapat mengganggu cash flow dan revenue perusahaan.

Perbandingan Antar Startup

Yuk coba flashback terasa ga sih pada awal banyak startup seperti shopee dan tokopedia banyak sekali promo yang beredar, namun lama kelamaan semakin berkurang? Nah sebenarnya ini salah satu langkah untuk meningkatkan profitabilitas dan efisiensi keuangan perusahaan loh!

ShopeeTokopedia
take rate sekitar 3,1% atau sekitar $4,5 jutatake rate sekitar 9,2% atau sekitar $19 juta
Meningkatkan sekam komisi secara C2C (customer-to-customer)Memangkas banyak insentif di bidang logistik
Menerapkan biaya layanan sebesar Rp.1.000 / transaksiMenerapkan biaya layanan sebesar Rp.1.000 / transaksi
Belum ada kabar PHKEfisiensi perusahaan dengan PHK sejumlah karyawan
Note : Take rate adalah porsi dari total nilai transaksi di dalam platform yang dicatat sebagai pendapatan.

RINGKASAN TERJADINYA BUBBLE BURST

Singkatnya, kamu bisa memahami alur terjadinya fenomena layoff masal startup dengan rangkaian kejadian di bawah ini 

  • Pandemi covid-19 membuat peredaran uang menurun.
  • FED menurunkan suku bunga agar orang tertarik bertransaksi dan berinvestasi. FED juga membeli obligasi dari bank komersial agar bank punya simpanan cash yang sifatnya liquid lebih banyak.
  • Setelah FED menurunkan suku bunga dan membeli obligasi, Jumlah uang beredar meningkat drastis yg membuat supply < demand dan terjadilah inflasi.
  • FED meningkatkan suku bunga (0,50%) untuk mengatasi inflasi ini.
  • Karena suku bunga naik, Venture Capital (VC) lebih selektif dalam menyuntikan dana ke startup. VC lebih mencari tempat yang aman atau menguntungkan untuk berinvestasi.
  • Disinilah startup bubble burst terjadi, dimana tidak ada lagi VC yang mau memberi pendanaan karena valuasi riil startup ternyata negatif.

Sehingga berdampak ke startup yang masih didanai oleh VC, seperti merampingkan operasional (PHK & Hiring Freeze), memotong budget marketing, dan lainnya.

Fenomena Bubble Burst terbesar di dunia :

  1. Tulip Mania (1636-1637)
  2. The South Sea Bubble (1711-1720)
  3. The Mississippi Bubble (1719-1720)
  4. Japanese “Bubble Economy” (1984-1989)
  5. Dot Com Bubble (1997-2000)
  6. US Housing Bubble (2000-2008)

Efisiensi dalam sebuah perusahaan bisa dibilang cukup wajar dalam pertumbuhan sebuah perusahaan, terlebih setelah melewati masa sulit pandemi covid-19 yang baru-baru ini terjadi. So jangan takut buat di PHK yaa, tetap pastikan kamu mengembangkan value dan skill kamu!

Sumber:

Penulis:

Kategori: Bisnis

Join the Conversation

2 Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Link berhasil disalin