Loading...
0%
Artikel

Memulai perencanaan keuangan harus sejak usia dini agar bermanfaat untuk kondisi finansial di masa depan. Namun, saat ini kita masih kurang paham apa sih pentingnya perencaan keuangan itu? Mungkin sebagian dari kita ketika memperoleh gaji bulanan uang habis begitu saja tanpa mempertimbangkan keinginan atau kebutuhan. Hal tersebut yang membuat kondisi finansial yang tidak sehat sehingga mengakibatkan terjadinya hutang yang konsumtif.
Dengan mempelajari adanya bahaya hutang konsumtif akan memotivasi kita untuk memperbaiki perencanaan keuangan. Yuk, kita bahas bersama terkait dampak yang terjadi jika tidak melakukan perencanaan keuangan dengan baik sejak usia dini sebagai berikut: Gaji Selalu Habis di Pertengahan Bulan
Dampak pertama adalah gaji yang selalu habis di pertengahan bulan atau sebelum akhir bulan. Mungkin dari sebagian kita yang baru saja bekerja merasakan senangnya ketika menerima gaji pertama. Tanpa berpikir panjang akhirnya memutuskan untuk membeli barang A dan barang B sehingga tidak memikirkan kondisi keuangan untuk kedepannya.
Ketika gaji yang kita punya sudah mulai menipis bahkan tidak tersisa, kita mulai menyadari untuk keperluan apa saja sih pemasukkan selama ini? Hal tersebut tidak adanya perencanaan keuangan dengan baik sehingga alokasi keuangan menjadi tidak jelas.
Lalu bagaimana cara kita untuk mengatasi perilaku tersebut? Cara mengatasinya yaitu mulai saat ini kita bisa mencatat semua rincian kebutuhan dan pengeluaran setiap bulannya serta alokasikan uang yang kita miliki ke dalam dana darurat dan inventasi. Perencanaan Keuangan Agar Hutang Terus Meningkat
Hal yang sering terjadi jika kita tidak melakukan perencanaan keuangan sejak dini adalah menumpuknya hutang secara berkala. Perencanaan keuangan bertujuan untuk membuat pengeluaran tidak melambung dari pemasukan sehingga tidak mengalami minus dalam kondisi keuangan. Tentunya harus mengalokasikan berdasarkan skala prioritas kebutuhan yaitu mulai dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan jika terdapat uang yang berlebih bisa alokasikan ke dalam kebutuhan tersier.
Namun, seringkali kita mengesampingkan kebutuhan primer demi memenuhi kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Tanpa berpikir panjang akhirnya kita meminjam uang ke bank, kerabat terdekat, ataupun keluarga demi memenuhi keinginan tersebut. Apabila hal itu terjadi secara berkesibambungan maka hutang akan semakin meningkat.
Lalu bagaimana solusinya? Salah satu solusinya jika kita sudah terlanjur memiliki hutang, buatlah perencanaan untuk melunasi hutang tersebut. Buatlah target waktu (deadline) untuk melunasi hutang saat ini dan tidak membuat hutang yang baru.
Untuk 3 dampak berikutnya tetap stay tune di artikel selanjutnya
Sumber :
https://economy.okezone.com/read/2017/12/31/320/1838082/hai-anak-muda-ini-akibatnya-jika-tidak-punya-rencana-finansial
https://www.idntimes.com/business/finance/lulu-maryamah/akibat-buruk-tak-punya-rencana-keuangan-c1c2/2
https://www.parapuan.co/read/532771573/selain-kurang-menghargai-uang-ini-dampak-tidak-punya-rencana-keuangan
https://merahputih.com/post/read/perlukah-melakukan-perencanaan-keuangan-sebelum-menikah
Terbit 6 Juli 2026 pukul 17:07:17 WIB
Terbit 4 Juli 2026 pukul 14:08:00 WIB
Terbit 3 Juli 2026 pukul 16:51:12 WIB
Terbit 2 Juli 2026 pukul 14:34:54 WIB
Terbit 1 Juli 2026 pukul 13:14:05 WIB
Terbit 30 Juni 2026 pukul 11:05:55 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...