Loading...
0%
Artikel

Harga emas Antam hari ini kembali mencatat lonjakan tajam. Pada perdagangan Rabu (15/4/2026), harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp30.000 per gram dan menembus level Rp2.893.000 per gram.
Kenaikan signifikan ini memperkuat tren bullish emas yang dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi perhatian investor, kolektor, hingga masyarakat yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga beli kembali emas Antam juga ikut melonjak Rp35.000 per gram menjadi Rp2.674.000 per gram.
Lonjakan harga emas hari ini memicu pertanyaan besar: apakah emas masih layak dibeli sekarang, atau justru saatnya ambil untung?
Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.893.000.
Angka tersebut naik dari posisi sehari sebelumnya, Selasa (14/4/2026), yang tercatat Rp2.863.000 per gram.
Dengan kenaikan Rp30.000 dalam sehari, emas kembali menunjukkan daya tariknya sebagai instrumen lindung nilai di tengah tekanan global.
Sementara itu, harga buyback juga mengalami kenaikan lebih tinggi.
Harga buyback terbaru:
Buyback adalah harga yang digunakan jika masyarakat ingin menjual emas ke Antam.
Baca Juga: Bank Sentral China Akumulasi Emas 15 Bulan, Cadangan Melejit Tajam
Berikut daftar harga emas Antam per Rabu (15/4/2026), belum termasuk pajak:
Daftar ini menunjukkan bahwa permintaan logam mulia tetap tinggi di semua ukuran, mulai dari pecahan kecil hingga investasi jumbo 1 kilogram.
Jika ditarik dalam tujuh hari terakhir, harga emas Antam bergerak di rentang Rp2.818.000 hingga Rp2.893.000 per gram.
Artinya, harga hari ini berada di area tertinggi dalam sepekan terakhir.
Meski sempat berfluktuasi dalam sebulan terakhir, tren jangka menengah masih menunjukkan pergerakan kuat karena investor global terus memburu aset aman.
Ada beberapa faktor utama yang mendorong harga emas Antam melonjak:
1. Ketidakpastian Ekonomi Global: Saat ekonomi dunia tidak stabil, investor cenderung memindahkan dana ke emas karena dianggap aman.
2. Pelemahan Mata Uang: Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, harga emas domestik cenderung naik.
3. Permintaan Safe Haven Tinggi: Emas sering menjadi pilihan utama saat pasar saham bergejolak atau konflik geopolitik meningkat.
4. Ekspektasi Suku Bunga: Jika pasar memperkirakan suku bunga global turun, harga emas biasanya terdorong naik.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp30 Ribu, Investor Waspadai Tren Hari Ini, Senin (30/3/26)
Kenaikan harga tajam sering membuat calon pembeli ragu masuk pasar. Namun keputusan membeli emas tergantung tujuan finansial.
Emas cenderung ideal sebagai instrumen jangka panjang, bukan spekulasi harian.
Banyak orang hanya fokus pada harga beli, padahal harga buyback sangat penting karena menentukan nilai saat emas dijual kembali.
Hari ini buyback naik menjadi Rp2.674.000 per gram, yang berarti pemilik emas mendapat harga jual lebih baik dibanding kemarin.
Selisih antara harga jual dan buyback tetap perlu diperhitungkan agar strategi investasi lebih realistis.
Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi saat penjualan dilakukan. Karena itu, investor disarankan menghitung hasil bersih setelah pajak sebelum menjual emas.
Baca Juga: Cari Tahu! Cerita Emas Sebagai Alat Tukar Dunia
Saat harga sedang naik tajam, beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:
Langkah ini membantu mengurangi risiko membeli di puncak harga.
Di tengah inflasi, gejolak pasar, dan ketidakpastian global, emas masih dianggap aset klasik yang kuat.
Banyak masyarakat Indonesia memilih emas karena:
Harga emas Antam hari ini naik Rp30.000 per gram menjadi Rp2.893.000, sementara buyback melonjak Rp35.000 ke level Rp2.674.000. Kenaikan ini mempertegas tren positif emas sebagai aset safe haven.
Meski harga sedang tinggi, emas tetap menarik untuk tujuan investasi jangka panjang dan perlindungan nilai kekayaan. Namun pembelian sebaiknya dilakukan dengan strategi matang, bukan sekadar ikut euforia pasar.
Terbit 6 Juli 2026 pukul 17:07:17 WIB
Terbit 4 Juli 2026 pukul 14:08:00 WIB
Terbit 3 Juli 2026 pukul 16:51:12 WIB
Terbit 2 Juli 2026 pukul 14:34:54 WIB
Terbit 1 Juli 2026 pukul 13:14:05 WIB
Terbit 30 Juni 2026 pukul 11:05:55 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...