Loading...
0%
Artikel

Harga emas batangan bersertifikat Antam kembali mencetak lonjakan tajam dan menyedot perhatian publik serta pelaku pasar. Pada Senin, 2 Maret 2026, harga emas produksi Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) resmi menembus level psikologis Rp3,1 juta per gram.
Kenaikan agresif ini memperpanjang reli emas yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan mempertegas posisi emas sebagai aset lindung nilai paling diburu di tengah ketidakpastian global.
Mengacu pada data resmi dari Logam Mulia Antam, harga emas Antam pecahan 1 gram pada Senin (2/3/2026) berada di level Rp3.135.000 per gram. Angka ini melonjak Rp50.000 dibandingkan harga pada Sabtu (28/2/2026) yang masih berada di Rp3.085.000 per gram.
Lonjakan harian sebesar itu tergolong signifikan dan mencerminkan derasnya arus permintaan emas fisik di dalam negeri.
“Harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 3.135.000,” mengutip laman Logam Mulia, Senin (2/3/2026).
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga beli kembali emas Antam juga mengalami kenaikan serupa. Pada hari yang sama, harga buyback ditetapkan di level Rp2.914.000 per gram, naik Rp50.000 dari posisi sebelumnya di Rp2.864.000 per gram.
“Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.914.000 per gram.”
Kenaikan serempak pada harga jual dan buyback ini mempertegas sentimen bullish yang sedang menguat di pasar emas domestik.
Baca Juga: Cek Harga Emas Hari Ini: Galeri24 Tetap, UBS dan Antam Koreksi
Lonjakan harga pada awal Maret ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Sepanjang empat hari perdagangan terakhir, harga emas Antam tercatat terus bergerak naik tanpa jeda. Pada Jumat (27/2/2026), harga emas Antam sempat menguat Rp6.000 ke level Rp3.045.000 per gram.
Kenaikan kemudian berlanjut pada Sabtu (28/2/2026) dengan lonjakan lebih tajam sebesar Rp40.000 hingga mencapai Rp3.085.000 per gram, sebelum akhirnya melonjak lagi Rp50.000 pada Senin.
Secara kumulatif, performa emas Antam sepanjang tahun 2026 terbilang luar biasa. Sejak awal tahun, harga emas Antam telah naik sekitar 26%.
Pada 1 Januari 2026, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp2.488.000 per gram. Artinya, dalam waktu kurang dari tiga bulan, emas telah memberikan imbal hasil yang jauh melampaui banyak instrumen investasi lainnya.
Meski demikian, harga emas Antam saat ini masih berada sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH). Rekor tersebut tercatat pada 29 Januari 2026, ketika harga emas Antam sempat menyentuh Rp3.168.000 per gram.
Namun, dengan tren kenaikan yang masih kuat, pasar menilai peluang emas untuk kembali menantang level ATH tetap terbuka lebar.
Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam per Senin (2/3/2026), belum termasuk pajak:
Emas Antam 0,5 gram: Rp 1.617.500
Emas Antam 1 gram: Rp 3.135.000
Emas Antam 2 gram: Rp 6.210.000
Emas Antam 3 gram: Rp 9.290.000
Emas Antam 5 gram: Rp 15.450.000
Emas Antam 10 gram: Rp 30.845.000
Emas Antam 25 gram: Rp 76.987.000
Emas Antam 50 gram: Rp 153.895.000
Emas Antam 100 gram: Rp 307.712.000
Emas Antam 250 gram: Rp 769.015.000
Emas Antam 500 gram: Rp 1.537.820.000
Emas Antam 1.000 gram: Rp 3.075.600.000
Perlu dicatat, harga per gram emas Antam bisa berbeda tergantung ukuran batangnya. Batangan berukuran kecil umumnya memiliki harga per gram lebih tinggi dibandingkan batangan besar karena adanya biaya tambahan pencetakan.
Sementara itu, harga emas batangan 1 kilogram biasanya dijadikan acuan utama oleh pelaku bisnis emas.
Baca Juga: Harga Emas Terbang, Investor Pilih Aset Aman
Dalam setiap transaksi emas batangan Antam, terdapat ketentuan pajak yang mengikat sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk pembelian emas batangan, pembeli akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Sementara itu, untuk penjualan kembali atau buyback emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima penjual.
Lonjakan harga emas Antam tidak terlepas dari dinamika global yang sarat ketidakpastian. Gejolak geopolitik, fluktuasi pasar keuangan global, serta kekhawatiran terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar membuat emas kembali menjadi primadona sebagai aset safe haven.
Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap paling aman dan stabil, dan emas historisnya selalu berada di posisi teratas.
Permintaan emas fisik di dalam negeri juga menunjukkan tren peningkatan, baik dari investor ritel maupun institusi. Kombinasi antara sentimen global dan permintaan domestik yang kuat menjadi katalis utama di balik lonjakan harga emas Antam saat ini.
Dengan harga yang telah menembus Rp3,1 juta per gram dan tren kenaikan yang masih solid, prospek emas Antam ke depan tetap menjadi sorotan. Banyak pelaku pasar menilai emas masih memiliki ruang penguatan, terutama jika ketidakpastian global berlanjut.
Namun, investor juga diimbau tetap mencermati risiko koreksi jangka pendek mengingat harga emas sudah berada di level yang relatif tinggi.
Bagi masyarakat dan investor, lonjakan harga emas Antam ini menjadi pengingat kuat bahwa emas tetap menjadi instrumen strategis dalam menjaga nilai aset, terutama di tengah situasi global yang penuh tekanan dan sulit diprediksi.
Terbit 6 Juli 2026 pukul 17:07:17 WIB
Terbit 4 Juli 2026 pukul 14:08:00 WIB
Terbit 3 Juli 2026 pukul 16:51:12 WIB
Terbit 2 Juli 2026 pukul 14:34:54 WIB
Terbit 1 Juli 2026 pukul 13:14:05 WIB
Terbit 30 Juni 2026 pukul 11:05:55 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...