Loading...
0%
Artikel

Harga emas Antam hari ini kembali mengalami koreksi. Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat turun tipis, namun selisih antara harga jual dan harga buyback yang masih lebar menjadi perhatian penting bagi investor emas.
Melansir dari Kontancoid & CNN Indonesia, Selasa (26/5/2026), berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.798.000 per gram, turun Rp5.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang menyentuh Rp2.803.000 per gram.
Penurunan tersebut juga terjadi pada harga buyback atau harga jual kembali emas ke gerai resmi. Logam Mulia mencatat harga buyback turun menjadi Rp2.607.000 per gram, melemah Rp5.000 dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.612.000 per gram.
Dengan kondisi tersebut, spread atau selisih harga beli dan harga jual kembali emas Antam kini mencapai Rp191.000 per gram.
Dalam investasi emas batangan, investor perlu memahami bahwa Antam menerapkan dua komponen harga berbeda.
Pertama adalah harga emas, yaitu nominal yang dibayarkan konsumen ketika membeli emas di gerai resmi Logam Mulia.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 7%, Harapan Damai AS-Iran Picu Optimisme
Kedua adalah harga buyback, yakni nilai yang berlaku ketika pemilik emas menjual kembali produknya kepada pihak Antam.
Perbedaan dua harga ini kerap menjadi faktor yang luput diperhatikan investor pemula.
Sebagai ilustrasi, seseorang yang membeli emas Antam pagi ini harus membayar Rp2.798.000 per gram. Namun apabila pada hari yang sama pemilik tersebut membutuhkan dana darurat lalu memutuskan menjual kembali emasnya, nilai yang diterima hanya sebesar Rp2.607.000 per gram.
Artinya, secara langsung terdapat potensi selisih kerugian Rp191.000 per gram. Kondisi ini memperlihatkan bahwa investasi emas bukan instrumen yang ideal untuk kebutuhan jangka sangat pendek.
Selisih harga jual dan buyback yang cukup besar membuat emas lebih cocok diposisikan sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Investor yang tidak memperhitungkan spread berpotensi salah dalam menghitung proyeksi keuntungan maupun risiko investasi.
Dalam praktiknya, harga emas perlu mengalami kenaikan signifikan terlebih dahulu agar mampu menutup selisih harga tersebut sekaligus menghasilkan keuntungan bersih bagi investor.
Data historis menunjukkan perbedaan hasil investasi tergantung waktu pembelian emas.
Investor yang membeli emas Antam pada 19 Mei 2026 saat harga berada di Rp2.789.000 per gram, apabila menjualnya dengan buyback hari ini berpotensi mengalami kerugian sekitar 6,53%.
Kerugian bahkan lebih besar terjadi pada investor yang membeli emas pada 26 Februari 2026 saat harga mencapai Rp3.039.000 per gram. Dengan buyback saat ini sebesar Rp2.607.000, potensi kerugiannya mencapai 14,22%.
Namun cerita berbeda terlihat pada investor yang masuk lebih awal.
Pembelian emas pada 26 Februari 2025 ketika harga masih Rp1.694.000 per gram kini berpotensi memberikan keuntungan sekitar 53,90% bila dijual pada harga buyback hari ini.
Sementara investor yang membeli emas pada 26 Agustus 2024 dengan harga Rp1.420.000 per gram berpotensi menikmati keuntungan hingga 83,59%.
Angka tersebut menegaskan bahwa emas masih menjadi aset lindung nilai menarik dalam horizon investasi lebih panjang.
Baca Juga: Transaksi BI-FAST Melejit 35%, Jadi Mesin Baru Fee Income Bank
Selain Antam, sejumlah produk emas lain juga menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi. Produk BSI Gold untuk ukuran 1 gram tercatat berada di level Rp2.679.000, sementara harga buyback dipatok sebesar Rp2.551.000.
Berbeda dari tren Antam yang melemah, harga emas di Pegadaian justru menunjukkan penguatan.
Produk Galeri24 naik menjadi Rp2.794.000 per gram, meningkat Rp27.000 dibandingkan posisi sebelumnya.
Sedangkan emas UBS mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni naik Rp40.000 menjadi Rp2.855.000 per gram.
Perbedaan harga antarproduk emas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari produsen, sistem distribusi, standar cetakan, hingga mekanisme perdagangan masing-masing merek.
Berikut rincian harga emas Antam terbaru:
0,5 gram: Rp1.449.000
1 gram: Rp2.798.000
2 gram: Rp5.536.000
3 gram: Rp8.279.000
5 gram: Rp13.765.000
10 gram: Rp27.475.000
25 gram: Rp68.562.000
50 gram: Rp137.045.000
100 gram: Rp274.012.000
250 gram: Rp684.765.000
500 gram: Rp1.369.320.000
1.000 gram: Rp2.738.600.000
Harga tersebut merupakan harga dasar dan belum termasuk pajak.
Baca Juga: Harga Aluminium, Timah, dan Nikel Melonjak 2026, Investor Waspada Peluang Reli Lanjutan
Di tengah pergerakan harga emas yang fluktuatif, pelaku pasar disarankan lebih cermat dalam menentukan strategi investasi.
Investor perlu memperhatikan momentum pembelian, tujuan investasi, hingga periode kepemilikan aset.
Bagi investor yang mengejar keuntungan cepat, spread buyback dapat menjadi tantangan serius. Sebaliknya, bagi investor jangka panjang, emas masih dianggap sebagai instrumen defensif yang mampu menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Karena itu, memahami mekanisme harga emas Antam, termasuk perbedaan antara harga beli dan harga buyback, menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan spread mencapai Rp191.000 per gram, perhitungan matang menjadi kunci agar investasi emas tidak justru berujung pada salah kalkulasi keuntungan dan kerugian.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen investasi tertentu. Membeli maupun menjual emas tentunya memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, spread jual beli, dan potensi kerugian. Keputusan investasi ada di tangan masing-masing investor.
Terbit 6 Juli 2026 pukul 17:07:17 WIB
Terbit 4 Juli 2026 pukul 14:08:00 WIB
Terbit 3 Juli 2026 pukul 16:51:12 WIB
Terbit 2 Juli 2026 pukul 14:34:54 WIB
Terbit 1 Juli 2026 pukul 13:14:05 WIB
Terbit 30 Juni 2026 pukul 11:05:55 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...