Loading...
0%
Artikel

Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan peningkatan pada Agustus 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi kripto Agustus 2026 mencapai Rp23,16 triliun, naik 12,87% secara month to month (mtm) dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar Rp20,52 triliun.
Secara kumulatif, nilai transaksi aset kripto sepanjang 2026 hingga akhir Agustus telah mencapai Rp194,28 triliun. Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas perdagangan kembali meningkat setelah sebelumnya mengalami pelemahan.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis atau Yudho, menilai penguatan pasar kripto pada Agustus tidak terlepas dari membaiknya sentimen global. Pergerakan Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kembali aktivitas investor.
"Bitcoin adalah penggeraknya. Bitcoin naik sekitar 25% pada Agustus, kinerja bulanan terkuat sejak reli 37,29% pada November 2024," ujar Yudho, seperti dikutip dari Kontan, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga: Bank Terbesar Jepang Lepas Saham ADMF di Bawah Harga Pasar Demi Free Float
Pergerakan Bitcoin menjadi perhatian utama di tengah kembali bergairahnya pasar kripto. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (6/10) pukul 15.30 WIB, harga Bitcoin berada di kisaran US$85.597.
Harga tersebut tercatat melemah 0,83% dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat 1,84% dalam sepekan terakhir.
Menurut Yudho, kenaikan harga aset kripto biasanya ikut mendorong minat investor ritel untuk kembali melakukan transaksi. Momentum tersebut dapat menarik investor lama yang sebelumnya mengurangi aktivitas sekaligus membuka peluang masuknya pengguna baru.
Pergerakan harga juga menjadi salah satu faktor yang membuat volume perdagangan meningkat. Ketika aset utama seperti Bitcoin bergerak signifikan, investor cenderung kembali memperhatikan pasar dan mencari peluang dari perubahan harga.
Selain kenaikan harga, kondisi global yang lebih mendukung turut menjadi katalis. Pada awal Agustus, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda. Harga minyak juga mengalami penurunan, sementara arus dana institusional kembali masuk ke produk exchange traded fund (ETF) kripto.
Kembalinya minat investor institusional juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat sentimen pasar.
Yudho mencatat ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat membukukan arus masuk bersih sebesar US$3.52 miliar sepanjang Agustus, Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang 2026 dan jauh meningkat dibandingkan arus masuk bersih pada Juli yang hanya sekitar US$1,72 juta
"Arus dana sebesar ini memberi sinyal kepercayaan ke pasar, termasuk ke investor di Indonesia yang sangat memperhatikan pergerakan pasar global," jelasnya.
Menurut Yudho, arus dana institusional tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap persepsi investor domestik. Pasar kripto Indonesia semakin terhubung dengan perkembangan global sehingga perubahan sentimen di pasar internasional dapat tercermin pada aktivitas perdagangan di dalam negeri.
Selain arus dana ETF, aktivitas perdagangan Bitcoin pada Agustus juga mendapat dorongan dari likuidasi posisi short. Posisi short yang terlikuidasi tercatat mencapai US$6,55 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi long yang terlikuidasi sebesar US$3,16 miliar.
Kondisi tersebut dapat mempercepat pergerakan harga ketika Bitcoin menembus level tertentu. Salah satu momentum penting terjadi saat Bitcoin kembali melewati level US$80.000 untuk pertama kalinya sejak Mei.
Baca Juga: Bitcoin Naik 3%, Risiko Leverage Futures Kripto Perlu Dicermati
Di tengah perubahan nilai transaksi, basis pengguna aset kripto di Indonesia juga terus mengalami pertumbuhan.
Jumlah akun konsumen aset kripto tercatat mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital masih berkembang meskipun nilai transaksi tidak selalu mengalami kenaikan setiap bulan.
Pergerakan pasar yang fluktuatif membuat aktivitas perdagangan kripto sangat bergantung pada kondisi harga dan sentimen investor. Ketika pasar mengalami koreksi atau bergerak lebih terbatas, volume transaksi juga dapat ikut menurun.
Karena itu, kenaikan transaksi pada Agustus tidak serta-merta berarti aktivitas perdagangan akan terus meningkat pada bulan berikutnya.
Kondisi pasar nasional tersebut juga tercermin pada aktivitas perdagangan di FLOQ. Yudho mengatakan nilai transaksi di platform tersebut meningkat sekitar 15% secara mtm dibandingkan Juli 2026.
"Kenaikan ini terutama terjadi pada paruh kedua Agustus, saat Bitcoin kembali menembus level US$ 80.000," ujarnya.
Menurut Yudho, pola transaksi kripto sangat dipengaruhi oleh volatilitas harga. FLOQ juga mengalami periode koreksi ketika kondisi pasar sedang melemah, salah satunya pada Juli.
Di sisi lain, jumlah pengguna terdaftar FLOQ terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah pengguna FLOQ mencapai 1,9 juta, meningkat dari sekitar 1,8 juta pengguna pada Februari 2026.
Dari sisi aset yang diperdagangkan, Bitcoin masih menjadi pilihan utama pengguna FLOQ. Aset kripto tersebut menyumbang sekitar 60% dari total transaksi di platform.
Setelah Bitcoin, aset yang paling banyak diminati nasabah FLOQ adalah USDT, HYPE, SOL, ETH, dan NEAR.
Baca Juga: Danantara Bidik 5-10% Saham BEI, Demutualisasi Segera Bergulir
Kenaikan transaksi kripto Agustus 2026 menunjukkan bahwa aktivitas pasar kembali menguat seiring membaiknya sentimen global dan kenaikan harga Bitcoin.
Namun, pergerakan tersebut juga memperlihatkan tingginya sensitivitas pasar kripto terhadap perubahan harga, arus dana institusional, kebijakan suku bunga, serta sentimen global.
Dengan jumlah akun konsumen yang telah mencapai 23,21 juta, basis investor kripto Indonesia semakin besar. Kondisi tersebut membuat perkembangan pasar global berpotensi semakin berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan domestik.
Bagi pelaku pasar, perkembangan Agustus menjadi salah satu periode penting setelah aktivitas perdagangan sebelumnya mengalami tekanan. Sementara itu, keberlanjutan tren transaksi akan sangat bergantung pada pergerakan Bitcoin dan kondisi pasar kripto global pada bulan-bulan berikutnya.
Disclaimer: Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual produk emas tertentu. Investasi dan membeli emas tentunya berisiko, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
Terbit 5 Oktober 2026 pukul 11:21:08 WIB
Terbit 3 Oktober 2026 pukul 11:13:30 WIB
Terbit 2 Oktober 2026 pukul 11:21:38 WIB
Terbit 1 Oktober 2026 pukul 14:29:42 WIB
Terbit 30 September 2026 pukul 18:01:56 WIB
Terbit 29 September 2026 pukul 18:38:24 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...