Sesimpel ini Informasi Penting Biar Lepas dari Generasi Sandwich

Hey kamu yang masuk generasi Sandwich, perhatikan hal ini ya!

Apa Itu Generasi Sandwich?

Istilah ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1981 oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, US bernama Dorothy A. Miller.

Generasi sandwich merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya.

Lengkapnya, generasi sandwich adalah suatu istilah yang menggambarkan posisi finansial seseorang yang terhimpit di antara generasi atas dan generasi bawah. Generasi atas yaitu orangtua atau mertua kita, sedangkan generasi bawah berarti anak/keturunan kita bahkan cucu (jika ada).

Studi demografis menyatakan bahwa ada sekitar 47% orang dewasa berusia 40-50 tahun yang terjebak generasi sandwich. Jadi kalian ga sendirian ya, banyak juga kok yang berjuang !!

Banyak faktor yang melatarbelakanginya, namun pada umumnya ini terjadi karena kegagalan finansial orang tua.

Tapi bukan menyalahkan sepenuhnya, orang tua yang tidak memiliki perencanaan finansial yang baik untuk masa tuanya akan berpotensi besar untuk membuat sang anak menjadi generasi sandwich berikutnya.

Dan selanjutnya sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya kelak sebagai orang tua yang tidak mandiri di masa tuanya, dan pada akhirnya berlanjut begitu seterusnya.

Jadi bagaimana cara memutus rantai ini?

FYI buat memutus rantai generasi sandwich bukanlah hal mudah yang dapat dilakukan gitu saja. Perlu konsistensi dan usaha yang lebih besar untuk dilakukan ya!!

6 Langkah Preventif Mengatasi Generasi Sandwich

1. Menabung dan Berinvestasi secara rutin untuk Mengatasi Generasi Sandwich

Mulailah mencari cara agar kita bisa menabung secara rutin, setelah tabungan untuk dana darurat cukup, mulailah belajar dan berinvestasi secara RUTIN.

2. Menyiapkan program pensiun

Program pensiun adalah langkah awal yang baik sebagai bukti sayang kita kelak kepada anak. Investasikan uang kita pada instrumen yang benar untuk masa tua kita nanti. Paling penting, jangan tergiur dengan hasil yang besar dan cepat.

3. Miliki asuransi kesehatan (Minimal BPJS)

Semakin bertambahnya usia, ketahanan tubuh akan semakin mudah turun yang berimbas pada kesehatan. Dengan memiliki asuransi ini kita akan mendapatkan jaminan kesehatan atas rawat inap, rawat jalan, pengobatan untuk gigi, penggantian kacamata, melahirkan sesuai dengan batasan yang dijamin polis.

4. Kurangi gaya hidup konsumtif

Langkah pertama sebelum menguranginya, kita harus menentukan prioritas dan membedakan antara kebutuhan dan keinginanmu.

5. Menyiapkan dana pendidikan anak

Dana pendidikan anak juga tak kalah penting sebagai upaya memutus mata rantai ini. Gw pribadi percaya kalau pendidikan bisa bantu memutus rantai kemiskinan dan banyak hal lainnya. Jadi mulai siapkan dari selagi muda ya .. (kecuali kalau memang ga mau punya anak ☺ )

6. Mengajarkan anak untuk menabung dan belajar mandiri secara finansial

Perilaku gemar menabung harus diajarkan sedini mungkin oleh siapapun. Kalau kata orang, Anak itu peniru yang hebat, jadi segeralah untuk mengajarkan anak kita (cie anak kita ..) belajar menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga memotivasi untuk membeli kebutuhan mereka dari uang hasil menabung.

Kalau kita merupakan salah satu yang sedang mengalami menjadi generasi sandwich, maka tak ada salahnya untuk terbuka dengan orang tua untuk membahas kemampuan memberikan bantuan finansial. 

Memang pada ajaran agama dan prinsip budaya yang kita anut, anak diajarkan untuk berbakti dan membahagiakan orang tua.

Namun, akan menjadi kurang tepat apabila kemudian diartikan jika orang tua yang sudah tidak berpenghasilan dapat dengan bebas menggantungkan diri pada anaknya yang bekerja.

Semoga, kamu tidak menjadi generasi sandwich selanjutnya atau bahkan menjadi orang tua (generasi atas) yang dianalogikan sebagai roti penghimpit!

Sumber :

Penulis:

Kategori: Investasi

Join the Conversation

2 Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Link berhasil disalin