Loading...
0%
Artikel

Mempersiapkan dana pensiun menjadi tantangan bagi banyak masyarakat Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kondisi generasi sandwich, ketika seseorang harus memenuhi kebutuhan diri sendiri sekaligus membantu orang tua dan anak dalam waktu bersamaan.
Kondisi tersebut tercermin dalam Manulife Asia Care Survey 2026 yang dipublikasikan pada 27 Juli 2026. Survei Manulife Group menunjukkan, 62% masyarakat Indonesia masih memiliki tanggung jawab perawatan keluarga. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional Asia sebesar 52%.
Selain itu, 68% responden Indonesia juga memiliki tanggung jawab finansial terhadap keluarga. Kelompok usia 35–44 tahun menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak.
Tanggung jawab tersebut dapat mengurangi ruang seseorang untuk membangun kemandirian finansial dan dana pensiun. Lebih dari 69% responden yang memiliki tanggung jawab perawatan atau finansial keluarga merasa kondisi tersebut memengaruhi kemampuan mereka mencapai kemandirian jangka panjang.
Dampaknya terutama terasa pada kelompok usia 25–34 tahun dan generasi sandwich yang harus mendukung orang tua sekaligus anak atau anggota keluarga lainnya.
“Temuan ini menunjukkan bahwa membangun kemandirian menjadi semakin penting, sekaligus semakin menantang,” papar Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, dalam keterangan resmi, dikutip dari Kontancoid, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Dana Pensiun Aman & Produktif: Ini Strategi Stabil ala Warren Buffett
Generasi sandwich merupakan kondisi ketika seseorang berada di tengah tanggung jawab beberapa generasi. Mereka harus memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus memberikan dukungan finansial maupun perawatan kepada orang tua dan anak.
Istilah tersebut menggambarkan posisi seseorang yang seperti berada di antara dua lapisan sandwich: orang tua di satu sisi dan anak di sisi lainnya.
Kondisi ini dapat semakin berat ketika biaya hidup meningkat, kebutuhan keluarga bertambah, sementara persiapan keuangan untuk masa tua belum memadai.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terjebak dalam generasi sandwich antara lain:
Pengeluaran konsumtif, terutama untuk kebutuhan yang kurang penting dan mengurangi kemampuan menabung.
Minim persiapan masa depan, seperti tidak memiliki dana darurat, investasi, atau tabungan pensiun.
Pola keuangan lintas generasi, ketika ketergantungan finansial dalam keluarga terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, penghasilan yang seharusnya dapat dialokasikan untuk membangun dana pensiun harus dibagi dengan kebutuhan keluarga yang lebih mendesak.
Menjadi generasi sandwich bukan hanya berarti menanggung kebutuhan finansial keluarga. Seseorang juga harus membagi waktu, tenaga, dan perhatian untuk orang tua maupun anak.
Dari sisi finansial, pendapatan dapat terbagi untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, kesehatan orang tua, hingga kebutuhan pribadi. Kondisi tersebut membuat sebagian orang kesulitan menentukan prioritas antara kebutuhan saat ini dan persiapan masa depan.
Baca Juga: Investasi Dana Pensiun di SBN Tembus Rp1.619 Triliun per Mei 2026
Beberapa tantangan yang umum dihadapi generasi sandwich meliputi:
Sulit menyisihkan dana pensiun karena penghasilan lebih banyak digunakan untuk kebutuhan keluarga.
Tanggung jawab perawatan orang tua yang membutuhkan waktu dan biaya.
Kebutuhan anak yang terus berkembang, mulai dari pendidikan hingga kebutuhan sehari-hari.
Sulit merawat diri sendiri karena sebagian besar waktu dan energi terserap untuk pekerjaan serta keluarga.
Harus menentukan prioritas ketika kebutuhan beberapa anggota keluarga muncul secara bersamaan.
Karena itu, memiliki penghasilan saja belum cukup. Kemampuan mengatur keuangan dan menyiapkan perlindungan sejak usia produktif menjadi bagian penting untuk mencegah ketergantungan finansial di masa tua.
Menurut Lauren, perencanaan kesehatan dan finansial jangka panjang perlu dimulai sedini mungkin. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan menabung, tetapi juga memastikan seseorang memiliki perlindungan yang memadai.
“Kemandirian tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui langkah-langkah yang konsisten, mulai dari menjaga kesehatan, memiliki perlindungan yang memadai, hingga mempersiapkan masa depan finansial dengan baik,” tutur dia.
Langkah tersebut penting karena kebutuhan keluarga tidak selalu dapat diprediksi. Tanpa persiapan, kebutuhan kesehatan orang tua atau kebutuhan anak dapat semakin mengurangi dana yang seharusnya digunakan untuk persiapan pensiun.
Karena itu, beberapa kebiasaan dapat mulai dibangun sejak usia produktif, seperti:
Membuat anggaran bulanan dan memisahkan kebutuhan wajib dengan pengeluaran yang bisa dikurangi.
Mencatat pemasukan dan pengeluaran untuk mengetahui pola penggunaan uang.
Membangun dana darurat agar kebutuhan mendadak tidak langsung mengganggu tabungan pensiun.
Menyiapkan dana pensiun secara rutin, sesuai kemampuan dan kondisi keuangan.
Membangun sumber pendapatan tambahan untuk memperkuat kondisi finansial.
Mendiskusikan kondisi keuangan dengan keluarga agar tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada satu orang.
Baca Juga: OJK Resmi Sahkan DPLK Sinarmas, Babak Baru Dana Pensiun Digital
Kabar baiknya, risiko terjebak dalam kondisi generasi sandwich dapat ditekan melalui kebiasaan finansial yang lebih sehat. Persiapan tidak harus dilakukan sekaligus, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana yang konsisten.
Susun anggaran bulanan dan prioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting. Pengeluaran yang tidak memberikan manfaat jangka panjang dapat dievaluasi agar tidak mengurangi kemampuan menabung dan mempersiapkan dana pensiun.
Pencatatan keuangan membantu mengetahui ke mana penghasilan digunakan. Dengan begitu, kondisi keuangan dapat dievaluasi secara rutin dan pengeluaran yang kurang penting bisa lebih mudah dikendalikan.
Selain mengandalkan pekerjaan utama, sumber pendapatan tambahan dapat membantu memperkuat kondisi keuangan. Usaha sampingan maupun investasi dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing untuk menyediakan dana tambahan ketika kebutuhan tidak terduga muncul.
Persiapan masa depan juga tidak bisa dilepaskan dari komunikasi dengan keluarga. Pembicaraan mengenai kebutuhan orang tua, pendidikan anak, hingga rencana pensiun dapat membantu setiap anggota keluarga memahami tanggung jawab masing-masing.
Manulife Asia Care Survey 2026 menunjukkan, 82% responden percaya bahwa percakapan terbuka mengenai rencana pensiun dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan mereka di masa depan.
Sementara itu, 78% responden menyatakan telah memulai percakapan mengenai kebutuhan dan ekspektasi mereka ketika memasuki masa pensiun.
Artinya, pembahasan mengenai dana pensiun tidak harus menunggu seseorang mendekati usia pensiun. Semakin awal keluarga membicarakan kebutuhan dan ekspektasi masing-masing, semakin besar peluang untuk menyusun persiapan secara lebih matang.
“Dengan literasi dan perencanaan yang baik, masyarakat dapat lebih percaya diri dalam mempersiapkan masa depan, menjaga martabat di usia lanjut, dan pada saat yang sama memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk tumbuh tanpa beban finansial yang berlebihan,” cetus Afifa, CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
Baca Juga: Persiapkan Dana Pensiun, Sesimpel Ini Dengan 4% Rules
Fenomena generasi sandwich menunjukkan bahwa persiapan dana pensiun tidak hanya menjadi kebutuhan individu, tetapi juga berkaitan dengan kondisi keuangan keluarga secara keseluruhan.
Ketika seseorang tidak memiliki persiapan yang cukup untuk masa tua, ketergantungan finansial kepada anak berpotensi kembali terjadi. Sebaliknya, persiapan yang dilakukan sejak usia produktif dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Karena itu, mengatur keuangan, membangun dana darurat, menyiapkan dana pensiun, memiliki perlindungan yang memadai, serta membuka komunikasi dengan keluarga menjadi langkah penting untuk membangun kemandirian finansial.
Pada akhirnya, menjadi generasi sandwich bukan berarti seseorang tidak dapat memiliki masa depan finansial yang mandiri.
Namun, semakin besar tanggung jawab keluarga yang harus ditanggung, semakin penting pula persiapan dana pensiun dilakukan sejak dini agar kebutuhan hari ini tidak mengorbankan kehidupan di masa tua.
Terbit 18 Agustus 2026 pukul 18:09:54 WIB
Terbit 14 Agustus 2026 pukul 18:48:51 WIB
Terbit 11 Agustus 2026 pukul 18:49:30 WIB
Terbit 10 Agustus 2026 pukul 09:32:41 WIB
Terbit 7 Agustus 2026 pukul 15:38:46 WIB
Terbit 6 Agustus 2026 pukul 16:27:43 WIB
Email tidak akan dipublikasikan. Tulis komentarmu untuk artikel ini.
Memuat komentar...